Pemerintah Dampingi Kepulangan Jemaah Umrah Terdampak Reschedule Penerbangan
PABICARA.COM, JEDDAH — Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia terus melakukan pemantauan dan koordinasi terkait kepulangan sejumlah jemaah umrah Indonesia yang mengalami penjadwalan ulang penerbangan di Arab Saudi. Melalui Kantor Urusan Haji (KUH) di Jeddah, pemerintah memfasilitasi komunikasi serta koordinasi dengan maskapai penerbangan, penyelenggara perjalanan, dan otoritas terkait guna membantu kelancaran proses kepulangan para jemaah.
Berdasarkan laporan pengawasan lapangan dari Staf Teknis Urusan Haji Jeddah pada 8 Maret 2026, tercatat sebanyak 17 jemaah dari PT BMA mengalami penjadwalan ulang kepulangan dan saat ini berada di Makkah. Para jemaah tersebut dijadwalkan kembali ke Indonesia pada 10 dan 14 Maret 2026.
Staf Teknis Urusan Haji Jeddah, M. Ilham Effendy, mengatakan tim di lapangan terus melakukan pemantauan serta menjembatani komunikasi antara jemaah, maskapai, dan penyelenggara perjalanan.
“Tim di lapangan terus melakukan koordinasi dengan maskapai, penyelenggara perjalanan, serta pihak terkait untuk membantu memastikan proses pemulangan jemaah dapat berjalan sesuai jadwal penerbangan yang tersedia,” ujar Ilham.
Selain itu, terdapat 67 jemaah dari PT RLW yang juga mengalami kendala kepulangan. Saat ini pihak terkait tengah melakukan proses penjadwalan ulang penerbangan, dengan sebagian jemaah dijadwalkan kembali ke Indonesia pada 9 Maret 2026 menggunakan maskapai Ethiopian Airlines dan Garuda Indonesia.
Tim KUH Jeddah juga memfasilitasi komunikasi bagi lima jemaah umrah mandiri yang terdampak pembatalan penerbangan rute Madinah–Mumbai. Proses pengurusan pengembalian dana (refund) tiket serta penjadwalan penerbangan pengganti sedang dilakukan oleh pihak maskapai, dengan jadwal keberangkatan menggunakan Saudia Airlines pada 15 Maret 2026.
Dalam periode pemantauan yang sama, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah turut memonitor kepulangan 2.062 jemaah umrah Indonesia. Dengan demikian, total kepulangan jemaah umrah Indonesia mencapai 19.509 orang sejak 28 Februari hingga 8 Maret 2026. Sementara itu, pada 8 Maret tercatat sebanyak 434 jemaah baru tiba di Arab Saudi dari Indonesia.
Ilham menegaskan bahwa tim di lapangan akan terus melakukan pemantauan serta koordinasi dengan berbagai pihak terkait guna memastikan proses perjalanan jemaah berjalan dengan baik.
“Koordinasi dan pemantauan akan terus kami lakukan bersama pihak terkait agar proses kepulangan jemaah dapat berjalan lancar sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkasnya. (*)